[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: 5 KEBIASAAN BURUK SAAT BERKOMUNIKASI DENGAN PASANGAN Motivasi & Inspirasi Super: 5 KEBIASAAN BURUK SAAT BERKOMUNIKASI DENGAN PASANGAN Status YM

Wednesday, 30 May 2012

5 KEBIASAAN BURUK SAAT BERKOMUNIKASI DENGAN PASANGAN


Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Kurangnya komunikasi bisa memicu pertengkaran. Untuk itu, Anda harus bisa menjaga komunikasi sebaik mungkin agar hubungan semakin harmonis. Pada kenyataannya, sebagian pasangan sulit menyatukan perbedaan karakter mereka.

“Banyak pasangan tidak sadar kalau memiliki kebiasaan komunikasi yang buruk,” tutur Steve Stephens, Ph.D.,seorang psikolog sekaligus penulis Lost In Translation. Untuk menghndari perdebatan di antara pasangan, simaklah lima langkah berikut.

1. Memberikan Informasi yang Singkat
Wanita suka marah karena pasangan tidak memberikan respon balik, misalnya Anda ingin pergi bersama teman-teman di hari Minggu malam. Anda memberitahukan pasangan, tapi cuma secara singkat. Seringkali si dia tidak menanyakan detail mengenai rencana Anda. Tentu hal itu bikin Anda sebal karena merasa tidak diperhatikan.

“Cara berbicara dengan pasangan dan teman harus dibedakan. Wanita sering meninggalkan pesan yang singkat karena berpikir kalau pasangan mengerti apa yang mereka inginkan. Kenyataannya tidak demikian sehingga akan membuat wanita merasa kesal,” ucap Stephens.

Untuk menghadapinya, Anda harus tahu cara menyampaikan pesan penting kepada pasangan. Jika dia belum merespon, buat percakapan tentang rencana itu. “Kuncinya, diskusikan dengan pasangan atau mengirimkan email/SMS yang lebih mendetail,” urai Barton Goldsmith, Ph.D., seorang psikoterapis dan penulis Emotional Fitness For Couples.

2. Berkomunikasi Pada Waktu yang Tidak Tepat
Perselisihan terjadi karena berbicara pada waktu yang tidak tepat, misalnya mengajak bicara saat menonton pertandingan di televisi berdua pasangan. Pria cenderung lebih fokus dengan televisi daripada pembicaraan Anda. “Pria tidak bisa membagi fokus mereka. Ketika menonton TV, dia hanya fokus dengan rangsangan visualnya sehingga kurang menyimak obrolan Anda,” ujar Stephens, dikutip dari Cosmopolitan AS.

Atau mungkin pria yang mengajak Anda berdiskusi mengenai suatu yang serius ketika Anda sedang sibuk membayar tagihan atau menyelesaikan pekerjaan. “Pria merasa tidak nyaman dengan obrolan yang mendalam makanya terkadang dia membuka topik yang serius saat Anda sedang sibuk,” tambah Stephens.

Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan pertengkaran karena merasa saling tidak dihargai. “Satu pihak menjadi kesal karena terganggu dan pihak lain merasa diabaikan,” papar Cara Gardenswartz, Ph.D., seorang psikolog klinis.

Untuk mengantisipasinya, lebih baik cari waktu santai bersama pasangan jika ingin membicarakan sesuatu yang serius. Saling memahami dan mengerti karakter masing-masing. Anda pun dapat merencanakan obrolan terlebih dahulu supaya tidak menimbulkan perdebatan.

3. Seperti Sebuah Peringatan
Terkadang, wanita mengawali pembicaraan seakan sedang memperingati pasangan, seperti “Kamu tidak akan menyukai ini, tapi…” atau “Oke, jangan panik, ya, kamu…”. Pria akan berpikir kalau terjadi suatu hal yang tidak menyenangkan atau sebuah peringatan untuk dirinya. Padahal bisa saja masalahnya sepele.

“Wanita ingin mengatasi permasalahan di awal, tapi pria malah menganggap bahwa kalimat yang mau dikatakan merupakan sebuah berita buruk,” jelas Stephens. Cobalah mengawali percakapan dengan kalimat yang tidak menegangkan. Katakan secara pelan dan penuh kasih.

4. Percakapan yang Bertele-tele
Wanita sering marah karena tidak didengarkan oleh pasangan ketika bercerita panjang-lebar. Sebenarnya, pasangan mendengarkan Anda, tapi mungkin cerita yang begitu bertele-tele bisa merusak fokus si dia. “Pria mempunyai waktu tiga menit untuk mendengarkan Anda dengan seksama, jika lebih dari itu, dia akan kehilangan fokusnya. Kemudian, Anda pasti marah karena merasa tidak diperhatikan,” ucap Stephens.

Untuk mengatasi masalah ini, lemparkan pertanyaan supaya dia masuk ke dalam obrolan dan sentuh kaki atau tangannya ketika pasangan sudah tidak fokus dengan percakapan. Dengan demikian, perbincangan bisa menjadi lebih berkualitas.

5. Tidak Mengerti Cara Mengungkapkan Rasa Tidak Suka
Kejujuran sangat penting dalam sebuah hubungan. Namun, Anda harus mengerti bagaimana cara mengungkapkan kebenaran tersebut. Misalnya, dia baru membeli jaket dan Anda tidak suka melihat pasangan mengenakannya ketika akan pergi bersama. Anda langsung mengutarakan rasa tidak suka Anda tanpa memikirkan perasaan dia. Hal itu bisa menyakiti hati pasangan.

“Tidak semua yang buruk harus dikatakan langsung,” ujar Goldsmith. Anda perlu mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya secara halus. Jaga perasaan dia. Lebih baik menyembunyikannya terlebih dahulu daripada melukai perasaan pasangan.

0 comments:

Post a Comment