[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: 8 HAL YANG SEBAIKNYA TIDAK DIKATAKAN SAAT WAWANCARA KERJA Motivasi & Inspirasi Super: 8 HAL YANG SEBAIKNYA TIDAK DIKATAKAN SAAT WAWANCARA KERJA Status YM

Tuesday, 22 May 2012

8 HAL YANG SEBAIKNYA TIDAK DIKATAKAN SAAT WAWANCARA KERJA

img

Apa yang Anda katakan dan lakukan selama wawancara bisa mempengaruhi apakah Anda akan diterima atau ditolak. Beberapa hal yang harus dihindari untuk dikatakan menurut Woman’s Day dibawah ini sebaiknya Anda perhatikan baik-baik demi proses wawancara kerja yang mulus.

1. “Saya keluar dari pekerjaan lama karena bos saya sangat galak”
Jika atasan lama Anda benar-benar jahat, sebaiknya Anda tetap menjaga mulut untuk tidak menjelek-jelekkan atasan, perusahaan, dan bawahan di perusahaan lama Anda. Ada kemungkinan pewawancara Anda sebelumnya bekerja di perusahaan Anda, dan menjadi teman baik atasan Anda.

Selain itu, sikap negatif tidak akan meluluhkan pewawancara Anda. Bahkan jika Anda memiliki atasan terburuk di dunia, mengatakan hal seperti ini dalam wawancara membuat Anda terlihat seperti karyawan yang tidak puas. Ingatlah bahwa Anda akan berbicara dengan seseorang yang kemungkinan besar akan menjadi atasan, jadi berikan jawaban terbaik secara positif. Jelaskan bagaimana Anda mengatasi situasi demikian di kantor, dan jika Anda ditanya mengani atasan lama Anda, fokus kepada bagaimana Anda sukses bekerja dengannya bukannya perbedaan Anda dengannya.

2. “Saya ini sangat lemah dalam…”
Meski Anda tidak hebat dalam segala hal, sebaiknya Anda tidak mengakui kelemahan jika tidak ditanya. Jika Anda ditanya langsung tentang kelemahan, ada cara cerdas untuk meresponnya. “Bicara tentang kelemahan tidak harus langsung ke bagian mana kelemahan Anda, namun lebih penting untuk menunjukkan bagaimana Anda mengatasi kelemahan Anda tersebut,” saran Cheryl Palmer, seorang pelatih karir profesional. Hindari mengatakan hal-hal seperti, “kelemahan terbesar saya adalah bahwa saya bekerja terlalu keras,” ini akan terdengar tidak jujur.

3. “Kemeja Bapak bagus”
Mungkin Anda berpikir memuji penampilan pewawancara akan meciptakan hubungan baik dan kemungkinan mendapat nilai lebih. Namun ada batas antara pujian dan sanjungan. Anda bisa saja membuat hubungan baik dengan pewawancara. Di sisi lain, perkataan Anda dapat dilihat palsu atau genit. Agar lebih aman: beri pujian pada penghargaan yang telah ia capai atau lukisan/foto di ruangannya.

4. “Jadi perusahaan ini bergerak di bidang apa?”
Jika Anda tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan yang dituju, pewawancara mungkin akan berpikir Anda benar-benar kurang tertarik bekerja disana. Ada baiknya Anda mengecek situs web perusahaan dan artikel berita mengenai maslah apa yang baru-baru ini terjadi di perusahaan. Plus, info latar belakang akan membantu Anda jika ditanya apakah Anda memiliki pertanyaan. Palmer juga merekomendasikan Anda untuk mencari tahu sebanyak mungkin tantang pewawancara Anda melalui situs profesional seperti LinkedIn dan ZoomInfo. Riset ini akan membangun hubungan dengan pewawancara berdasarkan apa yang telah Anda baca tentang mereka.

5. “Saya belum mampu mencari pekerjaan karena ekonomi buruk”
Semua orang tahu bahwa ekonomi lesu membuat berburu pekerjaan sulit. Namun menyalahkan situasi hanya akan membuat Anda terlihat pasif. Sebaliknya, fokus pada hal positif dan hindari untuk saling menyalahkan. Cobalah menjawab dengan: “Saya memfokuskan pencarian karir saya untuk pekerjaan yang berkaitan dengan keahlian saya di X, Y, dan Z. Ini menjadi tantangan, namun menyenangkan, untuk mencari peluang potensial.”

6. “Saya tidak memikirkan kisaran gaji – Saya fleksibel”
Dengan mengatakan ini mungkin Adan mencoba untuk menunjukkan bagaimana bersemangat dan mudahnya untuk menyenangkan Anda. Beberapa kandidat mugnkin mengatakan ini dalam rangka mendapat tawaran pekerjaan atau membiarkan pintu negosiasi terbuka, tapi perekrut mungkin melihat Anda kurang informasi mengenai posisi yang Anda lamar. Atau lebih buruknya, mungkin pewawancara melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan tawaran serendah mungkin. Sebaiknya cari informasi tentang seberapa besar upah pada posisi serupa, yang nantinya menjadi tolak ukur Anda untuk melakukan negosiasi.

7. “Saya ingin bekerja di sini karena saya butuh pekerjaan”
“Anda harus menunjukkan minat pada atasan atau atasan tidak akan menunjukkan minat pada Anda,” kata Bruce Hurwitz, Presiden dan CEO Staffing Hurwitz Strategies, Ltd. Dengan mengatakan seperti ini, tujuan Anda hanya di gaji. Anda seharusnya membiarkan pewawancara tahu bahwa Anda ingin menjadi bagian dari perusahaan mereka, dan Anda telah mengimvestasikan waktu dan usaha untuk belajar tentang perusahaan tersebut.

8. “Saya bekerja karena ingin segera menikah”
Bukan merupakan ide yang bagus untuk mengungkapkan seberaapa besar Anda ingin membangun keluarga di masa depan. Beberapa pewawancara mungkin merasa pembicaraan ini tidak etis untuk diceritakan lebih dalam di sebuah wawancara. Sebaiknya Anda berfokus pada komitmen untuk pekerjaan Anda dan disiplin dalam menyelesaikan tugas. Berilah contoh-contoh spesifik dari proyek yang telah Anda pelopori atau kontribusi Anda dalam mensukseskan dan peran Anda saat ini dan sebelumnya.