[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: BUKU BACAAN ADALAH CERMINAN DIRI Motivasi & Inspirasi Super: BUKU BACAAN ADALAH CERMINAN DIRI Status YM

Tuesday, 19 June 2012

BUKU BACAAN ADALAH CERMINAN DIRI

Jika Anda mendapati diri Anda berkelakukan agak mirip dengan karakter Ikal setelah membaca novel Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi atau karakter Elektra Wijaya setelah selesai membaca novel Petir karya Dewi Lestari, hal itu wajar berdasarkan hasil sebuah penelitian baru.

Para pembaca yang memihak pada karakter-karakter fiktif akan cenderung mengadopsi perilaku karakter fikitf tersebut tanpa disadarinya. Hal ini tentu memberikan sebuah arti yang sangat baru dari frase "menenggelamkan diri" dalam sebuah buku yang bagus.

Para peneliti di Ohio State University berpendapat para pencinta buku yang telah menunjukkan ciri-ciri dirinya mengadopsi perasaan, pikiran, keyakinan, dan reaksi internal dari karakter-karakter fiktif dapat masuk dalam sebuah fenomena yang disebut "menyerap pengalaman".

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology, "Ketika Anda ‘tenggelam' ke dalam dunia karakter fiktif saat membaca sebuah cerita, Anda mungkin akan berakhir dengan mengubah perilaku dan pikiran Anda sendiri untuk menyesuaikan dengan perilaku dan pikiran si karakter."

Geoff Kaufman, seorang peneliti post-doktoral di Tiltfactor Laboratory di Dartmouth College di Hanover, New Hamphire, dan penulis pendampingnya Lisa Libby, seorang asisten profesor di jurusan psikologi, Ohio State University, mengadakan serangkaian enam tes berbeda yang melibatkan sekitar 500 sukarelawan.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa cerita yang bersudut pandang orang pertama bisa bersifat transformatif untuk sementara, sehingga mengubah cara pandang pembaca terhadap dunia, diri mereka sendiri, dan kelompok sosial lainnya.

Hasil penelitian ini seolah menegaskan pada kita, bahwa akan jauh lebih baik apabila kita "mengonsumsi" bacaan-bacaan yang bermutu bagus karena seperti yang sudah dijelaskan tadi, isi bacaan sedikit-banyak akan memiliki dampak bagi si pembacanya.

0 comments:

Post a Comment