[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: HARI ANGIN SEDUNIA Motivasi & Inspirasi Super: HARI ANGIN SEDUNIA Status YM

Friday, 15 June 2012

HARI ANGIN SEDUNIA


Mungkin hanya sedikit orang yang tahu kalau hari ini, 15 Juni, adalah Hari Angin Sedunia (Global Wind Day). Kenapa harus diperingati? Pertanyaan ini menjadi hal yang lumrah diajukan karena angin mungkin bukan sesuatu yang spesial di Indonesia dibanding sumber daya lain.
 
Global Wind Day digagas oleh European Wind Energy Association (EWEA) dan Global Wind Energy Council (GWEC). Di negara-negara Eropa di mana angin dianggap sebagai sumber tenaga untuk listrik, angin adalah harta yang tak terkira. Kita mengenal Belanda sebagai "Negeri Kincir Angin" karena di sana begitu banyak kincir angin sebagai tenaga untuk berbagai keperluan seperti untuk menggiling, memompa air, dan sebagainya, yang sudah mulai dikenal sejak abak ke-13.

Belakangan kincir angin digunakan sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan turbin yang bisa menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan dari angin ini merupakan listrik yang tidak mencemari lingkungan dan dikenal sebagai salah satu green energy. Di tengah masyarakat dunia yang makin peduli pada green energy ini maka Hari Angin Sedunia menjadi penting.

Saat ini ada sekitar 75 negara di dunia yang memiliki ladang pendulang angin (wind farm) untuk listrik. Tak hanya itu. Karena lahan untuk wind farm makin sempit, sejumlah negara mengembangkannya dengan memasang turbin angin di laut. Sehingga sekarang dikenal dua jenis wind farm yaitu yang berada di laut (offshore wind farm) dan di daratan (onshore wind farm). Negara yang memiliki onshore wind farm terbesar adalah Amerika Serikat dan China. 

gansu  onshore
Offshore dan onshore wind farm di China.

China memang belakangan begitu giat membangun wind farm baik yang offshore maupun yang onshore. Onshore wind farm terbesar di sana adalah Gansu Wind Farm dengan kapasitas 5.160 MW. Gansu masih terus dikembangkan hingga tahun 2020 nanti akan memiliki kapasitas 20.000 MW. Sedangkan untuk offshore wind farm salah satunya adalah Dabancheng yang memiliki kapasitas 500 MW.

Indonesia sendiri belum memanfaatkan energi angin untuk pembangkit listrik. Sejauh ini masih dikembangkan oleh BPPT (Badan Pengembangan Penerapan Teknologi). Kendalanya adalah kecepatan angin di Indonesia yang rendah, yaitu rata-rata 3-6 m/detik. Selain itu kecepatan angin selalu berubah. Meski begitu sudah ada sejumlah investor yang berminat mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang bekerjasama dengan BPPT, seperti Tomo Wind Energy dari Jepang.

0 comments:

Post a Comment