[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: LIMA POLA PIKIR Motivasi & Inspirasi Super: LIMA POLA PIKIR Status YM

Friday, 5 October 2012

LIMA POLA PIKIR

Dalam bukunya Five Minds for the Future, Howard Gardner-seorang pakar psikologi yang kali pertama memperkenalkan teori kecerdasan majemuk (multiple intelligences)-menjelaskan adanya lima jenis pola pikir yang sangat berperan penting dalam mewujudkan masa depan.
 
Yang pertama adalah pola pikir yang ia sebut sebagai disciplined mind (pikiran terdisiplin). Yaitu, suatu perilaku kognisi yang mencirikan disiplin ilmu, keterampilan, atau profesi tertentu. Seorang praktisi dalam bidang marketing online misalnya, sedikitnya mesti menguasai berbagai seluk-beluk pengetahuan dan keterampilan menyangkut bidang tersebut. Begitu pula dengan para profesional di bidang lainnya, apakah ia seorang lawyer,TV presenter, aktor film, salesperson, maka mereka wajib menguasai jenis-jenis pengetahuan dan keterampilan kunci (Key Result Areas) yang membuat mereka layak menjadi bagian dari profesi mereka masing-masing. Esensi dari pola pikir yang pertama ini adalah: untuk bisa menjadi seorang profesional sejati, kita mesti menguasai secara tuntas, komprehensif, mendalam, dan terdisiplin dalam suatu bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu.

Yang kedua pola pikir yang disebut synthesizing mind atau pikiran menyintesa. Yaitu, kemampuan dalam menyerap berbagai informasi dari banyak sumber, hingga benar-benar memahami dan mampu menyintesakannya menjadi satu pengetahuan baru. Keterampilan dalam membuat sintesa ini menjadi semakin urgent, terutama di zaman banjir data dan informasi yang mengepung kita dari berbagai media, seperti TV, radio, koran, majalah, dan online. Mengingat, banyak dari arus besar informasi itu sebagian juga membawa informasi sampah (junk information). Sehingga tanpa kecakapan dalam memilah dan menyintesakan beragam informasi itu, tak pelak kita akan terbenam ke dalam lautan data. 

Kemudian yang ketiga adalah pola pikir creating mind atau pikiran mencipta. Pikiran jenis inilah-yang senantiasa menggelitik kita dengan ide atau gagasan-gagasan baru-melalui pertanyaan-pertanyaan provokatif yang menantang cara berpikir kita yang lama, dan sekaligus melahirkan jawaban-jawaban yang tak terduga. Pola pikir inilah yang akan membawa kita masuk dalam wilayah-wilayah baru yang menjanjikan harapan dan peluang untuk direngkuh dan dimanfaatkan. Pola pikir ini pula yang membuat kita mampu berpikir secara lateral-bukan berpikir vertical danlinear mengikuti cara-cara umum yang seringkali membuat kita mandek. Sehingga boleh dikata, pola pikir ini akan mendorong kita untuk bergerak maju, progresif, demi tercapainya tujuan hidup yang positif dan bermakna (meaningful life). 

polapikir 
 
Pola pikir keempat disebut sebagai respectful mind atau pikiran penuh respek. Yaitu, sebuah pola pikir yang menghadapi perbedaan dan beda pendapat sebagai karunia, bukan sebagai bencana yang mengundang rasa saling curiga. Pola pikir inilah yang membuat kita terhindar dari berbagai anarki akibat dominasi dan pemaksaan kepentingan. Sebuah pola pikir yang senantiasa mengajak kita untuk merayakan keragaman pandangan dengan sikap toleran, meski pendapat itu bisa jadi jauh berbeda dari yang kita inginkan. 

Sedangkan pola pikir kelima adalah ethical mind atau pikiran etis. Inilah pola pikir yangberkaitan dengan "The Golden Rules," atau berbagai aturan yang memungkinkan manusia menjadi makhluk yang paling mulia. Inilah pola pikir yang senantiasa membawa kita cenderung pada kebaikan, kemuliaan dan keluhuran dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan profesional kita. Sehingga, bukan soal berapa banyak dan berapa besar yang berhasil kita dapatkan, akan tetapi seberapa itu semua penting dan bermakna bagi kehidupan kita. Ungkapan berikut ini mungkin akan lebih memperjelas, "Orang miskin, adalah seseorang yang tak mempunyai apa-apa kecuali uang!" 

Itulah lima pola pikir yang menurut Gardner penting dan esensial untuk kita miliki, guna membangun masa depan yang sukses luar biasa, sekaligus hidup yang penuh makna dan mulia.

0 comments:

Post a Comment