[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: APA YANG ANDA CARI DALAM PEKERJAAN Motivasi & Inspirasi Super: APA YANG ANDA CARI DALAM PEKERJAAN Status YM

Saturday, 3 November 2012

APA YANG ANDA CARI DALAM PEKERJAAN

Dalam sebuah kesempatan, saya pernah bertanya kepada salah seorang peserta training saya, "Apa yang Anda cari dalam hidup ini?" Pertanyaan ini terkesan sederhana akan tetapi banyak orang yang tidak tahu bagaimana mendefinisikan tujuan yang jelas dalam hidupnya. Kemudian saya coba persempit kembali pertanyaan saya menjadi "Apa yang Anda cari dalam pekerjaan Anda saat ini?" Tak jauh berbeda dengan pertanyaan sebelumnya, saya juga mendapatkan jawabannya yang kurang jelas dalam pertanyaan kedua. 

Terkadang banyak orang tidak tahu apa yang mereka cari ketika jam 7 pagi berangkat ke kantor dan kembali ke rumah pukul 7 malam atau mungkin lebih malam lagi. Bayangkan 12 jam dalam 1 hari yang artinya separuh dari hari Anda dihabiskan untuk sesuatu yang belum diketahui apa yang dicari sebenarnya dalam pekerjaannya. Maka tak heran kalau kerap kita mendengar ada karyawan yang mengeluh bosan, lelah, tertekan, dan frustasi, karena pada prinsipnya mereka belum mendefinisikan dengan jelas sebenarnya apa yang mereka cari dalam sebuah pekerjaan. Ketika seseorang memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya, dia tahu persis apa yang ingin dicari, dan pekerjaan menjadi sebuah alat untuk mencapai apa yang menjadi misi hidupnya, di situlah antusiasme, energi positif akan muncul.

Saya pernah berbicara dengan salah seorang salesman obat yang usianya sekitar 30-an. Ia mengendarai motor mendatangi rumah sakit, apotek, dan beberapa klinik untuk berjualan. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah karena ia harus siap kepanasan dan kehujanan di tengah jalan. Saya bertanya kepada salesman ini, Apa yang membuat bapak begitu semangat menjalani ini semua, dan sama sekali tidak tampak wajah yang mengeluh dan kelelahan. Jawabannya sangat sederhana, "Saya melakukan ini untuk menyekolahkan anak saya, dan saya senang melakukan ini semua. Ini adalah amanah dan akan saya lakukan dengan sebaik mungkin untuk keluarga saya, dan tidak boleh mengecewakan mereka".Jawaban ini membuat saya belajar bahwa seseorang harus memaknai sebuah pekerjaan tidak semata-mata karena uang, melainkan ada hal yang lebih mulia di balik itu semua. Ironisnya banyak karyawan yang duduk manis di ruang AC, terkadang masih sempat berinternet ria, dan masih saja mengeluhkan pekerjaannya, sementara ada pribadi-pribadi yang luar biasa di luar sana yang bekerja dengan keras untuk sebuah kontribusi positif bagi perusahaan. 

Saya belajar banyak selama kurang lebih 8 tahun bergelut dalam dunia pelatihan dan pengembangan diri bagi banyak orang. Saya menemukan bahwa motivasi seseorang dalam bekerja sangatlah beragam. Ada yang bekerja demi uang, ada yang bekerja demi pengembangan diri, ada yang bekerja demi sebuah pangkat, adapula yang bekerja demi sebuah gengsi, adalagi yang bekerja karena sebuah alasan klise yaitu pengalaman. Semua sah-sah saja, dan dikembalikan kepada pribadi masing-masing, apa yang ingin dicari dalam sebuah pekerjaan. 

 

Intellectual Growth
Berapa lama Anda sudah bekerja? Apa saja yang sudah Anda pelajari? Apakah Anda merasakan adanya pengembangan diri? Atau apakah Anda merasa bahwa secara intelektual Anda semakin bertumbuh?Tanyakan hal tersebut ke dalam diri Anda masing-masing.Esensi dari bekerja tidak sekedar memenuhi apa yang diminta oleh atasan Anda, melainkan di sisi lain seseorang harus mampu merasakan sebuah pengembangan diri khususnya dari sisi intelektual. Jangan menyepelekan aspek ini, karena bertahun-tahun Anda bekerja jika tidak memiliki sebuah growth maka tidak ada hal esensial yang Anda dapatkan untuk pribadi Anda. Memang sebagai seorang professional, Anda harus membantu perusahaan bertumbuh menjadi lebih baik, akan tetapi jangan lupa diri Anda sendiri juga harus bertumbuh. Karyawan bukan robot. Begitu banyak potensi yang bisa bertumbuh dalam diri seorang karyawan. Jangan sia-siakan itu semua.

Kompensasi
Bicara soal bayaran, hal ini yang terkadang menyilaukan mata karyawan. Ada yang pernah mengatakan jangan bekerja semata-mata demi uang, akan tetapi segala sesuatunya kita butuh uang. Terkadang banyak yang menanyakan kepada saya, "Berapa gaji yang sebaiknya saya minta kepada perusahaan?" Jawaban saya selalu sederhana, "Menurut Anda, layaknya kemampuan Anda dibayar berapa?" 

Tidak semua orang memang bekerja karena sebuah kompensasi. Banyak sahabat dan orang-orang terdekat saya memilih untuk mengembangkan karir dan potensinya bukan karena tergiur karena gaji, melainkan melihat sebuah kesempatan yang lebih besar untuk memaksimalkan dirinya. Adapula yang menutup mata untuk personal growth, melainkan lebih memilih untuk melihat apa yang ia terima setiap akhir bulan lebih dahulu karena diiming-iming dengan bayaran yang menarik. 

Jadi intellectual growth lebih dulu, kompensasi lebih dulu, atau keduanya berjalan beriringan? Tentu kompensasi yang baik adalah motivasi juga bagi seorang karyawan, akan tetapi tanpa diiringi personal growth, kompensasi yang ada bisa jadi kurang bermakna bagi si karyawan. Semua dikembalikan kepada pribadi masing-masing orang.

Yang membuat seorang pelari begitu semangat berlari di sebuah lintasan, karena ia tahu untuk apa ia berlari. Yang membuat seorang pembalap melaju kencang, karena ia tahu untuk apa ia melaju dengan kecepatan yang tinggi, yaitu untuk menjadi pemenang. Apakah Anda sudah tahu untuk apa Anda datang pagi dan bekerja di kantor? Jangan sia-siakan hidup Anda untuk sesuatu yang belum Anda ketahui dengan persis apa yang Anda cari! Definisikan mulai dari sekarang. Susun blueprint hidup Anda dan karir Anda.
________________________________ 

Penulis :
 
Muk Kuang
Professional Trainer, Speaker, Book Author


 

0 comments:

Post a Comment