[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: MENYEMANGATI DIRI DENGAN INGATAN YANG PENUH INSPIRASI Motivasi & Inspirasi Super: MENYEMANGATI DIRI DENGAN INGATAN YANG PENUH INSPIRASI Status YM

Friday, 18 January 2013

MENYEMANGATI DIRI DENGAN INGATAN YANG PENUH INSPIRASI

Sebenarnya, kita hidup terus mengalami pengulangan. Kembali ke titik nol (point of zero), akan menjadi bekal pembelajaran guna melangkah lebih pasti ke depan.

Ketika kembali ke point of zero, biasanya kita pada awalnya merasa kecewa, bingung, sedih. Itu memang sangat manusiawi. Namun, ketika kita sudah berhasil menenangkan pikiran, dan berhasil memunculkan “kenangan” tentang hal yang dulu pernah terjadi, kita bisa menyerap inspirasi yang pernah muncul. Sehingga, jika dulu kita telah berhasil melewatinya, kita akan punya keyakinan dan semangat yang sama untuk mengatasinya.

Misalnya kita bisa lihat bagaimana seorang Abraham Lincoln yang berjuang menjadi politisi. Sebelum menjadi Presiden Amerika, Lincoln berkali-kali menghadapi kegagalan. Dari gagal jadi pengusaha, gagal jadi anggota senat, gagal di pencalonan kepala daerah. Semua itu ibarat point of zero yang dialaminya. Namun, mungkin karena telah berkali-kali gagal, ia jadi tahu persis bagaimana cara bangkit agar bisa kembali selalu bersemangat untuk terus memperjuangkan keinginannya. Ingatan perjuangan mengatasi kegagalan inilah yang menjadi pembelajaran terus-menerus, sehingga akhirnya ia pun berhasil jadi Presiden Amerika.


0 comments:

Post a Comment