[̲̲̅̅A̲̲̅̅s̲̲̅̅s̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅a̲̲̅̅m̲̲̅̅u̲̲̅̅a̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅i̲̲̅̅k̲̲̅̅u̲̲̅̅m̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅h̲̲̅̅m̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅l̲̲̅̅l̲̲̅̅a̲̲̅̅h̲̲̅̅i̲̲̅̅ ̲̲̅̅W̲̲̅̅a̲̲̅̅b̲̲̅̅a̲̲̅̅r̲̲̅̅o̲̲̅̅k̲̲̅̅a̲̲̅̅t̲̲̅̅u̲̲̅̅h̲̲̅̅] Motivasi & Inspirasi Super: MEMBANGUN BISNIS RAKSASA ALA PENGUSAHA TI Motivasi & Inspirasi Super: MEMBANGUN BISNIS RAKSASA ALA PENGUSAHA TI Status YM

Monday, 1 April 2013

MEMBANGUN BISNIS RAKSASA ALA PENGUSAHA TI

Saat ini eranya teknologi informasi (TI). Banyak orang yang sukses di bisnis dengan latar belakang usaha berbasis teknologi. Uniknya, sebagian—dalam jumlah besar—adalah orang-orang muda. Barang kali, karena perubahan zaman memang membuka banyak kesempatan bagi para pemuda ini.

Tapi, apakah semudah itu menjadi kaya raya dari bisnis TI? Beberapa pendapat dari para pengusaha dan pengembang teknologi informasi berikut, barang kali bisa menjadi cermin, betapa di dunia TI pun banyak yang merasakan pahit getirnya membuka usaha. Tak jarang, malah sempat beberapa kali bangkrut. Mari kita belajar dari mereka…

• Max Levchin, salah satu pendiri PayPal
“Perusahaan pertama yang saya dirikan mengalami kegagalan total. Kemudian yang kedua juga gagal, meski tidak sesakit yang pertama. Yang ketiga juga mengalami kegagalan, tapi memang tak lagi separah sebelumnya. Yang keempat tak lagi gagal, tapi suksesnya pun tak seberapa. Yang kelima, itulah yang dikenal sekarang, PayPal.”

Levchin ingin menegaskan, bahwa berbisnis bisa gagal berkali-kali. Tapi, justru dari kegagalan itu, kita bisa belajar banyak hal dan memperbaiki apa yang kurang di masa depan. Intinya, pantang putus asa dan terus belajar untuk mematangkan usaha Anda, hingga bisa memperoleh kesuksesan luar biasa.

• Narayana Murthy, salah satu pendiri Infosys Limited
“Kapal yang paling aman memang seharusnya berada di pelabuhan. Tapi, tempatnya bukan di sana. Ia harus melewati lautan dan gelombang, sehingga ia benar-benar akan ketahuan nilai manfaatnya.”

Murthy adalah salah satu pencetus majunya TI di India. Namun, apa yang diungkapnya tersebut sebenarnya adalah cerminan ketika kali pertama ia mendirikan Infosys bersama teman-temannya. Yakni, di mana ketika di India cenderung masih sangat banyak praktik kotor usaha, mulai dari korupsi, sogokan, nepotisme, dan sebagainya. Dari awal mendirikan usaha ini, ia menyebut Infosys harus jadi perusahaan yang dihormati dan bersih.

Maka, ketika suatu saat ia harus mengimpor sebuah alat TI dan “dikerjai” petugas cukai, ia memilih untuk membayar tarif resmi yang jauh lebih mahal dibanding memberi uang pelicin pada si petugas. Ujian-ujian semacam ini sering dijumpainya ketika awal membuka usaha. Namun, dengan prinsip harus jadi perusahaan yang dihormati dan bersih, ia berhasil “melawan” kebiasaan jelek para petugas di India, hingga akhirnya benar-benar mampu jadi perusahaan unggulan yang dihormati di India dan bahkan dunia. Ini merupakan contoh sikap tentang keteguhan dalam memegang prinsip dan idealisme, yang terbukti mampu membuat usaha menjadi maju dan berkembang.

• Reid Hoffman, pendiri LinkedIn
“Melompat ke dalam 'jurang' dan segera membuat sebuah pesawat ketika terjatuh.”

Hoffman sebenarnya dikenal dengan berbagai produk TI yang berbasis social media. Menurutnya untuk sukses, seseorang harus berani “terjun” langsung. Tapi, bukannya tanpa modal sama sekali. Ia harus mampu menyiapkan “pesawat” dan dirancang dengan cepat agar tak jatuh bebas. Intinya, bertindak berani dengan persiapan yang matang.

• Caterina Fake, salah satu pendiri Flickr
“Sering kali orang bekerja keras untuk menyelesaikan sesuatu yang salah. Karena itu menurut saya, bekerja untuk hal yang tepat barang kali lebih penting dari sekadar bekerja keras.”

Ungkapan Fake ini bisa jadi adalah anjuran untuk mencari pekerjaan atau menjalankan bisnis yang benar-benar sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita.  Maka, penting bagi kita agar mampu menemukan dan menngerjakan yang paling sesuai dengan panggilan jiwa. Dengan cara tersebut, kita akan bisa “menghabiskan” waktu yang paling berharga untuk bisa benar-benar memaksimalkan usaha.
 
• Evan Williams, salah satu pendiri Twitter
“Jadilah pengguna dari produk Anda sendiri. Jadikan itu lebih baik sesuai dengan kehendak Anda.”

Jika kita sendiri tak menggunakan produk sendiri, bagaimana mungkin kita menyarankan orang lain menggunakan produk kita? Inilah yang disarankan Williams, yang bisa kita ambil pembelajarannya. Yakni, dengan menjadi “pengguna”, kita akan tahu apa saja hal yang bisa dan harus kita perbaiki setiap saat, sesuai dengan kehendak kita. Dan, setelah tahu apa yang perlu diperbaiki, seharusnya pula kita segera mengoreksi. Dengan perbaikan terus-menerus, maka penyempurnaan usaha menuju sukses luar biasa pun akan bisa dimaksimalkan.

Salam sukses luar biasa!


0 comments:

Post a Comment